MATERI BEP Kerajinan Kelas X

Materi Pembelajaran: Break Even Point (BEP) pada Usaha Kerajinan Ragam Hias Interior dan Eksterior

Kelas X – Prakarya dan Kewirausahaan


A. Pengertian Break Even Point (BEP)

Break Even Point (BEP) atau titik impas adalah suatu kondisi di mana total pendapatan sama dengan total biaya yang dikeluarkan. Pada titik ini, usaha tidak mengalami kerugian maupun keuntungan.
Dalam konteks kerajinan ragam hias interior dan eksterior, BEP digunakan untuk mengetahui berapa banyak produk yang harus dijual agar modal yang dikeluarkan dapat kembali.

Contoh penerapan:
Seorang pengrajin membuat hiasan dinding batik kayu. Dengan menghitung BEP, pengrajin dapat mengetahui berapa unit produk yang harus dijual agar tidak rugi.


B. Tujuan Perhitungan BEP
  1. Mengetahui jumlah minimal produk yang harus dijual agar usaha tidak rugi.
  2. Menentukan target penjualan untuk memperoleh keuntungan.
  3. Membantu pengrajin dalam mengambil keputusan harga jual produk.
  4. Menjadi dasar dalam perencanaan produksi dan pengendalian biaya.
  5. Menilai kelayakan usaha kerajinan ragam hias interior dan eksterior.

C. Unsur-Unsur dalam Perhitungan BEP
  1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
    Biaya yang tidak berubah meskipun jumlah produksi berubah.
    Contoh: sewa tempat kerja, gaji karyawan tetap, listrik bulanan, alat produksi.
  2. Biaya Variabel (Variable Cost)
    Biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produksi.
    Contoh: bahan baku (kayu, cat, semen, kaca), kemasan, dan upah tenaga kerja harian.
  3. Harga Jual (Selling Price)
    Nilai yang ditetapkan untuk setiap unit produk yang dijual.
  4. Volume Penjualan (Sales Volume)
    Jumlah unit produk yang dijual dalam periode tertentu.

D. Rumus-Rumus BEP
  1. BEP dalam Unit (Produk):
    BEP (unit) = \frac{Biaya Tetap}{Harga Jual - Biaya Variabel}
  2. BEP dalam Rupiah (Penjualan):
    BEP (Rp) = \frac{Biaya Tetap}{1 - \frac{Biaya Variabel}{Harga Jual}}
  3. Target Penjualan untuk Laba Tertentu:
    Target (unit) = \frac{Biaya Tetap + Laba yang Diinginkan}{Harga Jual - Biaya Variabel}
  4. Menghitung Laba atau Rugi:
    Laba/Rugi = (Jumlah Penjualan \times (Harga Jual - Biaya Variabel)) - Biaya Tetap
E. Contoh Penerapan BEP pada Ragam Hias Interior dan Eksterior

1. Ragam Hias Interior

Contoh: Pengrajin membuat lampu hias rotan untuk dekorasi ruang tamu.

  • Harga jual per unit: Rp300.000
  • Biaya variabel per unit: Rp180.000
  • Biaya tetap: Rp6.000.000


Perhitungan BEP (unit):
BEP = 6.000.000 / (300.000 – 180.000)
BEP = 6.000.000 / 120.000
BEP = 50 unit

Artinya, pengrajin harus menjual 50 unit lampu hias rotan agar tidak rugi.


2. Ragam Hias Eksterior

Contoh: Pengrajin membuat pot semen bermotif etnik untuk taman.

  • Harga jual per unit: Rp200.000
  • Biaya variabel per unit: Rp120.000
  • Biaya tetap: Rp8.000.000


Perhitungan BEP (Rp):
BEP = 8.000.000 / (1 – (120.000 / 200.000))
BEP = 8.000.000 / 0,4
BEP = Rp20.000.000

Artinya, pengrajin harus memperoleh penjualan sebesar Rp20.000.000 agar mencapai titik impas.


F. Manfaat BEP dalam Usaha Kerajinan
  1. Membantu menentukan strategi harga jual yang sesuai dengan biaya produksi.
  2. Menjadi dasar dalam menentukan jumlah produksi optimal.
  3. Membantu pengrajin mengontrol biaya agar tidak melebihi pendapatan.
  4. Menjadi alat evaluasi apakah usaha layak dilanjutkan atau perlu perbaikan.
  5. Meningkatkan kemampuan wirausaha dalam mengambil keputusan bisnis yang rasional.

G. Kesimpulan

Break Even Point (BEP) merupakan alat penting dalam perencanaan dan pengendalian usaha kerajinan, baik untuk produk ragam hias interior (hiasan dinding, lampu, vas, ukiran) maupun ragam hias eksterior (pot, relief, ornamen taman, ukiran fasad).
Dengan memahami BEP, peserta didik dapat menghitung dan menganalisis keseimbangan antara biaya dan pendapatan, sehingga mampu mengelola usaha kerajinan secara efisien dan menguntungkan.


SILAHKAN DIKERJAKAN SOAL LATIHAN DI BAWAH INI !


Soal 1

Seorang pengrajin membuat hiasan dinding batik kayu untuk interior rumah. Harga jual per unit Rp250.000, biaya variabel per unit Rp150.000, dan biaya tetap per bulan Rp5.000.000.
Hitunglah berapa unit hiasan dinding yang harus dijual agar mencapai titik impas (BEP dalam unit)!

Rumus:
BEP (unit) = Biaya Tetap / (Harga Jual – Biaya Variabel)


Soal 2

Seorang pengrajin membuat pot semen bermotif etnik untuk taman (ragam hias eksterior). Harga jual per pot Rp200.000, biaya variabel Rp120.000, dan biaya tetap Rp8.000.000.
Hitunglah BEP dalam rupiah!

Rumus:
BEP (Rp) = Biaya Tetap / (1 – (Biaya Variabel / Harga Jual))


Soal 3

Seorang pengrajin membuat lampu hias rotan untuk interior kafe. Biaya tetap Rp6.000.000, harga jual Rp300.000 per unit, dan biaya variabel Rp180.000 per unit.
Jika pengrajin menargetkan laba Rp3.000.000, berapa unit lampu yang harus dijual?

Rumus:
Target Penjualan (unit) = (Biaya Tetap + Laba yang Diinginkan) / (Harga Jual – Biaya Variabel)


Soal 4

Seorang pengrajin membuat ukiran kayu untuk eksterior bangunan. Harga jual Rp500.000 per unit, biaya variabel Rp300.000 per unit, dan biaya tetap Rp10.000.000.
Jika pengrajin berhasil menjual 60 unit, hitunglah laba atau rugi yang diperoleh!

Rumus:
Laba/Rugi = (Jumlah Penjualan × (Harga Jual – Biaya Variabel)) – Biaya Tetap


Soal 5

Seorang pengrajin membuat vas kaca motif Nusantara untuk interior hotel. Harga jual Rp400.000 per unit, biaya variabel Rp250.000 per unit, dan biaya tetap Rp12.000.000.
Jika pengrajin ingin memperoleh laba Rp8.000.000, berapa total penjualan dalam rupiah yang harus dicapai?

Rumus:
Penjualan (Rp) = (Biaya Tetap + Laba yang Diinginkan) / (1 – (Biaya Variabel / Harga Jual))













































































Soal 1

Seorang pengrajin membuat hiasan dinding batik kayu untuk interior rumah. Harga jual per unit Rp250.000, biaya variabel per unit Rp150.000, dan biaya tetap per bulan Rp5.000.000.
Hitunglah berapa unit hiasan dinding yang harus dijual agar mencapai titik impas (BEP dalam unit)!

Rumus:
BEP (unit) = Biaya Tetap / (Harga Jual – Biaya Variabel)

Pembahasan:
BEP = 5.000.000 / (250.000 – 150.000)
BEP = 5.000.000 / 100.000
BEP = 50 unit

Pengrajin harus menjual 50 unit hiasan dinding agar tidak rugi dan tidak untung.

Soal 2

Seorang pengrajin membuat pot semen bermotif etnik untuk taman (ragam hias eksterior). Harga jual per pot Rp200.000, biaya variabel Rp120.000, dan biaya tetap Rp8.000.000.
Hitunglah BEP dalam rupiah!

Rumus:
BEP (Rp) = Biaya Tetap / (1 – (Biaya Variabel / Harga Jual))

Pembahasan:
BEP = 8.000.000 / (1 – (120.000 / 200.000))
BEP = 8.000.000 / (1 – 0,6)
BEP = 8.000.000 / 0,4
BEP = Rp20.000.000

Pengrajin harus memperoleh penjualan sebesar Rp20.000.000 untuk mencapai titik impas.

Soal 3

Seorang pengrajin membuat lampu hias rotan untuk interior kafe. Biaya tetap Rp6.000.000, harga jual Rp300.000 per unit, dan biaya variabel Rp180.000 per unit.
Jika pengrajin menargetkan laba Rp3.000.000, berapa unit lampu yang harus dijual?

Rumus:
Target Penjualan (unit) = (Biaya Tetap + Laba yang Diinginkan) / (Harga Jual – Biaya Variabel)

Pembahasan:
Target Penjualan = (6.000.000 + 3.000.000) / (300.000 – 180.000)
Target Penjualan = 9.000.000 / 120.000
Target Penjualan = 75 unit

Pengrajin harus menjual 75 unit lampu hias rotan untuk memperoleh laba Rp3.000.000.

Soal 4

Seorang pengrajin membuat ukiran kayu untuk eksterior bangunan. Harga jual Rp500.000 per unit, biaya variabel Rp300.000 per unit, dan biaya tetap Rp10.000.000.
Jika pengrajin berhasil menjual 60 unit, hitunglah laba atau rugi yang diperoleh!

Rumus:
Laba/Rugi = (Jumlah Penjualan × (Harga Jual – Biaya Variabel)) – Biaya Tetap

Pembahasan:
Laba/Rugi = (60 × (500.000 – 300.000)) – 10.000.000
Laba/Rugi = (60 × 200.000) – 10.000.000
Laba/Rugi = 12.000.000 – 10.000.000
Laba/Rugi = Rp2.000.000 (laba)

Pengrajin memperoleh laba sebesar Rp2.000.000.

Soal 5

Seorang pengrajin membuat vas kaca motif Nusantara untuk interior hotel. Harga jual Rp400.000 per unit, biaya variabel Rp250.000 per unit, dan biaya tetap Rp12.000.000.
Jika pengrajin ingin memperoleh laba Rp8.000.000, berapa total penjualan dalam rupiah yang harus dicapai?

Rumus:
Penjualan (Rp) = (Biaya Tetap + Laba yang Diinginkan) / (1 – (Biaya Variabel / Harga Jual))

Pembahasan:
Penjualan = (12.000.000 + 8.000.000) / (1 – (250.000 / 400.000))
Penjualan = 20.000.000 / (1 – 0,625)
Penjualan = 20.000.000 / 0,375
Penjualan = Rp53.333.333

Pengrajin harus mencapai penjualan sebesar Rp53.333.333 untuk memperoleh laba Rp8.000.000.

Kesimpulan Rumus BEP
  1. BEP (unit) = Biaya Tetap / (Harga Jual – Biaya Variabel)
  2. BEP (rupiah) = Biaya Tetap / (1 – (Biaya Variabel / Harga Jual))
  3. Target Penjualan (unit) = (Biaya Tetap + Laba yang Diinginkan) / (Harga Jual – Biaya Variabel)
  4. Laba/Rugi = (Jumlah Penjualan × (Harga Jual – Biaya Variabel)) – Biaya Tetap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Materi dan Soal latihan ASAT. Genap Kelas XI

PRINSIP PRINSIP KERJA PRESTATIF

TUGAS LKPD 4 MATERI KODING DAN CONTOH SOAL KELAS X 2025