RAGAM HIAS BAHAN TEKSTIL KELAS X

 

Mengenal Ragam Hias pada Tekstil

Ragam hias adalah bentuk-bentuk motif atau corak yang dibuat berulang-ulang pada suatu benda. Ragam hias tidak hanya ditemukan pada kain, tetapi juga pada kayu, keramik, bahkan arsitektur bangunan. Pada bahan tekstil, ragam hias diterapkan untuk memberikan nilai estetika, meningkatkan nilai jual, dan menyampaikan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Jenis-jenis Ragam Hias Tekstil

Ragam hias pada tekstil memiliki beragam bentuk yang terinspirasi dari alam dan kehidupan sehari-hari. Berikut adalah empat jenis utamanya:

  • Ragam Hias Flora (Tumbuhan) Jenis ini menggunakan objek tumbuhan sebagai inspirasi utamanya, seperti bunga, daun, batang, atau sulur. Contohnya adalah motif batik kawung yang melambangkan bunga teratai atau motif batik truntum yang terinspirasi dari kuntum bunga melati. Ragam hias ini sering kali menunjukkan kesuburan, keindahan, dan harmoni alam.

  • Ragam Hias Fauna (Hewan) Ragam hias ini mengambil inspirasi dari bentuk-bentuk hewan. Motifnya bisa berupa kupu-kupu, burung, gajah, atau ikan. Meskipun terinspirasi dari hewan asli, motif ini sering kali digayakan (distilisasi) sehingga tidak persis sama dengan bentuk aslinya. Contohnya motif batik parang rusak yang menyerupai sayap burung atau motif batik megamendung yang menggambarkan naga.

  • Ragam Hias Geometris Jenis ini menggunakan unsur-unsur garis, bidang, dan bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, lingkaran, persegi, dan belah ketupat. Polanya sering dibuat berulang-ulang dan teratur. Contoh ragam hias geometris yang sangat terkenal adalah motif tumpal pada kain tradisional, yang berbentuk segitiga berderet, dan motif batik ceplok, yang polanya berbentuk lingkaran.

  • Ragam Hias Figuratif (Manusia) Ragam hias ini mengambil objek manusia sebagai inspirasi utamanya. Bentuk yang digambar bisa berupa seluruh tubuh manusia atau hanya bagian-bagian tertentu. Jenis ini sering ditemukan pada kain-kain tradisional yang digunakan untuk upacara adat atau ritual tertentu, di mana motifnya memiliki makna simbolis yang kuat.

Teknik Penerapan Ragam Hias pada Tekstil

Untuk membuat ragam hias pada tekstil, ada beberapa teknik yang bisa digunakan, antara lain:

  • Membatik: Teknik ini menggunakan lilin (malam) sebagai perintang warna. Motif dibuat dengan menorehkan malam pada kain, lalu kain dicelupkan ke pewarna. Setelah malam dihilangkan, motif akan terlihat.

  • Menyulam dan Membordir: Teknik ini menggunakan benang dan jarum untuk membuat hiasan di atas permukaan kain. Sulaman dilakukan secara manual, sedangkan bordir menggunakan mesin khusus.

  • Melukis: Teknik ini menggunakan kuas dan cat khusus tekstil untuk melukis motif secara langsung di atas kain.

  • Menenun: Ragam hias dibuat secara bersamaan saat proses menenun, di mana benang pakan dan lungsi diatur sedemikian rupa untuk membentuk corak tertentu. Contohnya adalah kain tenun ikat dan songket.

Ragam hias tidak bisa diterapkan begitu saja pada kain. Ada berbagai teknik khusus yang digunakan untuk membuatnya, yang masing-masing menghasilkan karakteristik yang unik YAITU : 

  1. Membatik Teknik ini menggunakan lilin malam sebagai perintang warna. Motif digambar dengan canting (batik tulis) atau dicap (batik cap), lalu kain dicelupkan ke pewarna. Bagian yang tertutup lilin tidak akan terwarnai, sehingga membentuk motif.

  2. Menenun Pada teknik ini, ragam hias dibuat secara bersamaan saat proses pembuatan kain. Benang pakan dan benang lungsi diatur sedemikian rupa untuk membentuk pola, seperti pada kain songket yang menggunakan benang emas atau perak, atau pada tenun ikat di mana benang diikat dan diwarnai sebelum ditenun.

  3. Menyulam dan Membordir Kedua teknik ini menambahkan hiasan di atas permukaan kain menggunakan benang. Sulaman umumnya dilakukan secara manual dengan jarum, sedangkan bordir menggunakan mesin khusus yang dapat menciptakan pola yang lebih rumit dengan cepat.

  4. Melukis Teknik ini paling fleksibel karena menggunakan kuas dan cat khusus tekstil. Seniman dapat melukis motif secara bebas langsung pada permukaan kain, menghasilkan corak yang unik dan tidak terbatas.

  5. Sablon (Screen Printing) Teknik ini menggunakan acuan cetak (screen) yang telah diberi pola. Tinta disapukan di atas screen, sehingga tinta menembus bagian pola yang terbuka dan membentuk gambar pada kain. Teknik ini cocok untuk produksi massal.


Refleksi: Makna dan Pembelajaran Ragam Hias Tekstil

Setelah mempelajari materi di atas, mari kita coba merenungkan beberapa hal. Refleksi ini membantu kita memahami lebih dalam tentang ragam hias tekstil dan kaitannya dengan diri kita.

1. Apa yang paling menarik perhatian saya dari materi ragam hias tekstil?

2.  Dari empat jenis ragam hias yang ada (flora, fauna, geometris, figuratif), mana yang paling           saya sukai? Mengapa?

3. Menurut saya, apa peran ragam hias tekstil dalam kehidupan modern saat ini?Jika saya diberi      kesempatan untuk membuat karya ragam hias tekstil, teknik apa yang ingin saya coba. 


SILAHKAN KERJAKAN DI BUKU TULIS  KALIAN KEMUDIAN KUMPULKAN 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Materi dan Soal latihan ASAT. Genap Kelas XI

PRINSIP PRINSIP KERJA PRESTATIF

TUGAS LKPD 4 MATERI KODING DAN CONTOH SOAL KELAS X 2025