Materi latihan Ragam hias klas X
1. Apa yang dimaksud dengan ragam hias dalam seni rupa tradisional Indonesia?
A. Teknik pewarnaan kain menggunakan malam
B. Motif atau pola yang digunakan untuk memperindah suatu benda
C. Alat yang digunakan untuk membuat karya seni
D. Warna utama dalam seni lukis tradisional
E. Bahan utama dalam membuat kerajinan tangan
2. Ragam hias flora biasanya terinspirasi dari...
A. Bentuk geometris dan garis lurus
B. Kehidupan hewan laut
C. Bentuk tumbuh-tumbuhan dan bunga
D. Cerita rakyat dan legenda
E. Tokoh pewayangan dan pahlawan
3. Motif kawung yang merupakan ragam hias tradisional berasal dari daerah...
A. Bali
B. Kalimantan
C. Sumatera Barat
D. Jawa
E. Sulawesi Selatan
4. Fungsi utama ragam hias dalam budaya Nusantara adalah...
A. Sebagai bahan perdagangan
B. Menjadi simbol kekayaan alam
C. Memperindah dan memberi makna pada suatu benda atau karya
D. Menyimpan informasi sejarah secara lisan
E. Alat untuk berburu pada zaman dahulu
5. Berikut ini adalah contoh ragam hias fauna, kecuali...
A. Motif burung Cendrawasih
B. Motif gajah
C. Motif naga
D. Motif bunga teratai
E. Motif kupu-kupu
6. Teknik batik dalam pembuatan ragam hias kain dilakukan dengan cara...
A. Menenun benang berwarna menjadi pola
B. Melukis kain dengan tinta cetak
C. Menjahit benang warna-warni ke kain
D. Menutup bagian pola dengan malam dan mencelup kain ke pewarna
E. Melipat kain menjadi bentuk tertentu sebelum dijahit
7. Teknik ragam hias yang menggunakan alat seperti canting atau cap disebut...
A. Tenun
B. Bordir
C. Batik
D. Ikat celup
E. Printing
8. Salah satu ciri khas teknik tenun dalam pembuatan ragam hias adalah...
A. Menggunakan malam untuk membuat pola
B. Menjahit langsung pola ke kain
C. Membentuk motif dari susunan benang saat menenun
D. Membentuk motif menggunakan pewarna cair
E. Mencetak pola dengan mesin
9. Teknik sulam atau bordir dilakukan dengan cara...
A. Menenun benang berwarna membentuk pola
B. Mencelup kain setelah dililit benang
C. Menjahit pola ragam hias di atas kain dengan benang
D. Menutup kain dengan lilin panas
E. Mencetak kain menggunakan alat cap
10. Yang bukan merupakan teknik tradisional dalam pembuatan ragam hias pada kain adalah...
A. Batik
B. Tenun
C. Bordir
D. Printing
E. Celup ikat
11.Ragam hias pada tekstil merupakan bagian dari seni rupa yang diterapkan pada media...
A. Kayu dan logam
B. Batu dan tanah liat
C. Kain dan serat tekstil
D. Kaca dan keramik
E. Plastik dan karet
12. Motif ragam hias yang menggunakan unsur tumbuh-tumbuhan disebut...
A. Ragam hias fauna
B. Ragam hias figuratif
C. Ragam hias geometris
D. Ragam hias flora
E. Ragam hias abstrak
13. Berikut ini yang termasuk fungsi ragam hias pada tekstil adalah...
A. Melindungi tubuh dari senjata
B. Memberi makna budaya dan memperindah kain
C. Menambah berat kain agar tidak mudah terbang
D. Menggambarkan sejarah politik daerah
E. Menyerap air lebih banyak
14. Contoh teknik tradisional yang digunakan untuk membuat ragam hias pada tekstil adalah...
A. Mencetak dengan printer digital
B. Melukis dengan cat semprot
C. Menenun benang warna-warni menjadi motif
D. Menjahit menggunakan mesin bordir otomatis
E. Memakai sablon plastik
15. Motif-motif seperti parang, kawung, dan mega mendung biasa ditemukan pada...
A. Tenun dari Kalimantan
B. Batik dari Jawa
C. Bordir dari Sumatera
D. Ikat dari Nusa Tenggara
E. Celup dari Bali
latigan materi soal di bawah ini
Teknik Dasar Menyulam (Tusuk Hias)
Teknik sulam pada dasarnya dibangun dari berbagai jenis tusuk hias (stitches). Menguasai tusuk-tusuk dasar ini sangat penting untuk membuat berbagai jenis sulaman.
Berikut adalah beberapa tusuk dasar yang umum digunakan:
Tusuk Jelujur (Running Stitch): Tusukan paling sederhana, berupa garis putus-putus. Biasanya digunakan untuk jahitan sementara, membuat kerutan, atau sebagai garis luar (outline) yang cepat.
Tusuk Tikam Jejak (Backstitch): Hasilnya terlihat seperti jahitan mesin di bagian atas, sangat rapat. Digunakan untuk membuat garis luar (outline) yang kuat dan rapi, atau untuk menggantikan jahitan mesin.
Tusuk Rantai (Chain Stitch): Tusukan yang saling tindih menindih sehingga membentuk seperti rantai yang bersambung. Digunakan untuk mengisi bidang atau membuat garis luar yang tebal dan bertekstur.
Tusuk Pipih / Tusuk Satin (Satin Stitch): Tusukan lurus dan rapat yang dibuat untuk menutup seluruh permukaan pola/ragam hias, menghasilkan permukaan yang halus dan mengkilap (seperti satin). Sering digunakan untuk mengisi bentuk seperti daun atau kelopak bunga.
Tusuk Batang / Tusuk Tangkai (Stem Stitch): Tusukan yang berhimpitan dan serong, hasilnya menyerupai tali tambang. Ideal untuk membuat garis melengkung atau membentuk batang pada desain bunga.
Tusuk Silang (Cross Stitch / Kruistik): Tusukan berbentuk silang (X) yang berulang. Biasanya dikerjakan di atas kain berpetak (strimin/kanvas) dan sangat populer untuk membuat gambar dengan pola kotak-kotak.
Tusuk Feston (Blanket Stitch): Berbentuk seperti pagar. Fungsinya ganda, yaitu untuk menutup tepian kain (seperti pada kerajinan flanel atau tepi selimut) dan sebagai hiasan.
Tusuk Simpul Perancis (French Knot): Simpul kecil berupa lilitan benang di sekitar jarum yang ditarik ke belakang kain, meninggalkan simpul timbul yang indah. Digunakan untuk memberikan tekstur, seperti membuat mata, putik bunga, atau titik-titik dekoratif.
Jenis-Jenis Sulaman Berdasarkan Teknik Pengerjaan dan Karakteristik
Jenis-jenis sulaman dapat dikategorikan berdasarkan cara pengerjaannya, bahan yang digunakan, atau gaya motifnya.
1. Berdasarkan Teknik Pengerjaan
Sulam Tangan (Hand Embroidery): Dikerjakan secara manual menggunakan jarum tangan. Hasilnya unik, memiliki sentuhan personal, dan memungkinkan variasi tusukan yang rumit. Contohnya adalah semua tusuk dasar di atas.
Sulam Mesin (Machine Embroidery/Bordir): Dikerjakan dengan bantuan mesin jahit biasa (dengan teknik manual) atau mesin bordir khusus (komputer). Lebih cepat, konsisten, dan cocok untuk produksi massal.
2. Berdasarkan Hitungan Benang (Counted-Thread Embroidery)
Teknik ini mengandalkan perhitungan jumlah benang pada kain untuk membuat pola yang simetris dan teratur.
Sulaman Kruistik (Cross Stitch): Menggunakan tusuk silang pada kain berpetak/strimin.
Sulaman Holbein (Blackwork Embroidery): Sulaman yang menggunakan tusuk jelujur bolak-balik (double running stitch), umumnya hanya menggunakan satu warna (seringnya hitam), dan motifnya terbentuk dari gabungan garis-garis patah.
3. Berdasarkan Tampilan pada Kain
Sulaman Permukaan (Surface Embroidery): Semua tusukan dibuat di atas permukaan kain. Ini adalah jenis sulaman yang paling umum.
Sulaman Terawang (Drawn Thread Work): Jenis sulaman yang motifnya terbentuk dengan cara mencabut beberapa helai benang pada kain, kemudian benang yang tersisa diikat atau dihias dengan tusuk terawang, menghasilkan lubang-lubang dekoratif. Contoh: Sulaman Hardanger, Sulaman Richelieu.
Sulaman Timbul: Sulaman yang hasilnya terlihat menonjol di permukaan kain, sering kali karena adanya isian benang tebal di bawah tusukan atau penggunaan tusuk tertentu (seperti tusuk simpul).
4. Berdasarkan Gaya atau Ragam Hias
Sulaman Aplikasi (Appliqué): Menggunakan pola atau potongan kain lain yang ditempelkan pada kain dasar, kemudian dijahit menggunakan tusuk hias sebagai dekorasi.
Sulaman Fantasi: Sulaman pada bahan polos yang menggunakan minimal tiga jenis tusuk hias dan berbagai kombinasi warna untuk menciptakan motif (biasanya flora atau fauna) dengan kesan kontras atau harmonis.
Sulaman Melekatkan Benang (Couching Stitch): Benang sulam kasar ditempelkan di permukaan kain dan ditahan posisinya menggunakan benang jahit yang lebih tipis dengan tusuk-tusuk kecil.
Komentar
Posting Komentar