BERBAGAI JENIS RAGAM HIAS KELAS X

 

Materi Pembelajaran: Ragam Hias dari Tanah Liat (Gerabah/Keramik) 🏺

Ragam hias dari tanah liat adalah berbagai bentuk motif atau ornamen yang diterapkan pada benda-benda kerajinan yang terbuat dari bahan dasar tanah liat, seperti gerabah atau keramik. Penerapan ragam hias ini bertujuan untuk menambah nilai estetika, artistik, dan bahkan nilai guna dari benda tersebut.

1. Jenis Benda Kerajinan Tanah Liat

Kerajinan tanah liat, sering disebut gerabah (jika prosesnya tidak dibakar pada suhu yang sangat tinggi dan tidak diglasir) atau keramik (umumnya dibakar pada suhu tinggi dan sering diglasir), dapat berupa:

  • Fungsional: Kendi, guci, periuk, piring, cangkir, vas bunga, celengan.

  • Dekoratif: Patung, ukiran timbul (relief), ornamen dinding, ubin hias.

2. Jenis-Jenis Motif Ragam Hias

Motif yang paling umum diterapkan pada kerajinan tanah liat meliputi:

Jenis MotifDeskripsi SingkatContoh Penerapan
GeometrisMotif yang menggunakan unsur-unsur garis, bidang (segi tiga, segi empat, lingkaran, belah ketupat), dan bentuk-bentuk terukur lainnya (misalnya, zigzag, meander).Tepian guci, badan tembikar, ubin hias.
Flora (Tumbuhan)Motif yang diambil dari bentuk-bentuk tumbuhan, seperti bunga, daun, sulur, atau pohon. Sering mengalami stilasi (penggubahan bentuk agar lebih dekoratif).Vas bunga, piring hias, ornamen ukir timbul.
Fauna (Hewan)Motif yang menggunakan bentuk-bentuk hewan, baik secara utuh maupun bagian-bagiannya (misalnya, burung, ikan, atau hewan mitologis).Patung, tutup wadah, hiasan celengan.
Figuratif (Manusia)Motif yang menggunakan objek manusia atau bagian tubuh manusia, seringkali distilasi atau disederhanakan.Patung, relief kedok (topeng), hiasan.

3. Teknik Penerapan Ragam Hias

Penerapan ragam hias pada tanah liat dilakukan saat benda masih dalam kondisi lunak atau setengah kering (leather hard) sebelum proses pembakaran (jika ada). Beberapa teknik yang digunakan antara lain:

  1. Teknik Gores (Incising/Sgraffito): Membuat garis atau ukiran dengan menekan benda tumpul/runcing (seperti butsir atau jarum) ke permukaan tanah liat yang masih lunak.

  2. Teknik Tusuk (Puncturing): Membuat motif dengan cara menusukkan alat runcing secara berulang pada permukaan.

  3. Teknik Tekan/Tera (Stamping): Membuat motif dengan menekan cetakan (stempel) bermotif pada permukaan tanah liat.

  4. Teknik Tempel (Applique/Luting): Menambahkan atau menempelkan gumpalan atau pilinan tanah liat lain yang sudah dibentuk di atas permukaan utama.

  5. Teknik Cungkil (Carving): Mengikis atau menghilangkan sebagian permukaan tanah liat untuk menciptakan motif ukiran timbul atau cekung.


Contoh Soal Pilihan Ganda

Pilih satu jawaban yang paling tepat (A, B, C, D, atau E)!

1. Pertanyaan:

Teknik ragam hias pada kerajinan tanah liat yang dilakukan dengan cara membuat motif garis atau ukiran menggunakan benda runcing saat tanah liat masih lunak disebut teknik...

A. Teknik Tempel

B. Teknik Pilin

C. Teknik Tekan

D. Teknik Gores

E. Teknik Lempeng

2. Pertanyaan:

Kerajinan tanah liat yang dibuat dengan melalui proses pembakaran pada suhu tinggi dan biasanya dilapisi glasir sehingga bersifat kedap air, padat, dan keras disebut...

A. Gerabah

B. Terakota

C. Batu Bata

D. Keramik

E. Tembikar

3. Pertanyaan:

Salah satu motif ragam hias yang banyak ditemukan pada peninggalan purbakala, khususnya tembikar, dan dibentuk dari susunan garis-garis berulang seperti zigzag atau meander, termasuk dalam kategori motif...

A. Flora

B. Figuratif

C. Fauna

D. Kaligrafi

E. Geometris

4. Pertanyaan:

Alat utama yang digunakan untuk membentuk dan menghaluskan permukaan ragam hias ukiran pada gerabah yang masih lunak atau setengah kering adalah...

A. Meja Putar (Spinning Wheel)

B. Butsir (Modeling Tool)

C. Kuas Cat

D. Tungku Pembakaran

E. Loyang Cetakan

5. Pertanyaan:

Motif yang dibuat dengan cara menempelkan gulungan atau bentuk kecil dari tanah liat di atas permukaan benda utama yang lebih besar adalah ciri dari teknik penerapan ragam hias...

A. Teknik Tusuk

B. Teknik Cungkil

C. Teknik Tekan

D. Teknik Tempel

E. Teknik Putar


Materi Pembelajaran: Ragam Hias dari Tanah Liat (Gerabah/Keramik) 🏺

Ragam hias dari tanah liat adalah berbagai bentuk motif atau ornamen yang diterapkan pada benda-benda kerajinan yang terbuat dari bahan dasar tanah liat, seperti gerabah atau keramik. Penerapan ragam hias ini bertujuan untuk menambah nilai estetika, artistik, dan bahkan nilai guna dari benda tersebut.

1. Jenis Benda Kerajinan Tanah Liat

Kerajinan tanah liat, sering disebut gerabah (jika prosesnya tidak dibakar pada suhu yang sangat tinggi dan tidak diglasir) atau keramik (umumnya dibakar pada suhu tinggi dan sering diglasir), dapat berupa:

  • Fungsional: Kendi, guci, periuk, piring, cangkir, vas bunga, celengan.

  • Dekoratif: Patung, ukiran timbul (relief), ornamen dinding, ubin hias.

2. Jenis-Jenis Motif Ragam Hias

Motif yang paling umum diterapkan pada kerajinan tanah liat meliputi:

Jenis MotifDeskripsi SingkatContoh Penerapan
GeometrisMotif yang menggunakan unsur-unsur garis, bidang (segi tiga, segi empat, lingkaran, belah ketupat), dan bentuk-bentuk terukur lainnya (misalnya, zigzag, meander).Tepian guci, badan tembikar, ubin hias.
Flora (Tumbuhan)Motif yang diambil dari bentuk-bentuk tumbuhan, seperti bunga, daun, sulur, atau pohon. Sering mengalami stilasi (penggubahan bentuk agar lebih dekoratif).Vas bunga, piring hias, ornamen ukir timbul.
Fauna (Hewan)Motif yang menggunakan bentuk-bentuk hewan, baik secara utuh maupun bagian-bagiannya (misalnya, burung, ikan, atau hewan mitologis).Patung, tutup wadah, hiasan celengan.
Figuratif (Manusia)Motif yang menggunakan objek manusia atau bagian tubuh manusia, seringkali distilasi atau disederhanakan.Patung, relief kedok (topeng), hiasan.

3. Teknik Penerapan Ragam Hias

Penerapan ragam hias pada tanah liat dilakukan saat benda masih dalam kondisi lunak atau setengah kering (leather hard) sebelum proses pembakaran (jika ada). Beberapa teknik yang digunakan antara lain:

  1. Teknik Gores (Incising/Sgraffito): Membuat garis atau ukiran dengan menekan benda tumpul/runcing (seperti butsir atau jarum) ke permukaan tanah liat yang masih lunak.

  2. Teknik Tusuk (Puncturing): Membuat motif dengan cara menusukkan alat runcing secara berulang pada permukaan.

  3. Teknik Tekan/Tera (Stamping): Membuat motif dengan menekan cetakan (stempel) bermotif pada permukaan tanah liat.

  4. Teknik Tempel (Applique/Luting): Menambahkan atau menempelkan gumpalan atau pilinan tanah liat lain yang sudah dibentuk di atas permukaan utama.

  5. Teknik Cungkil (Carving): Mengikis atau menghilangkan sebagian permukaan tanah liat untuk menciptakan motif ukiran timbul atau cekung.


Tentu, berikut adalah beberapa contoh produk kerajinan yang menggunakan ragam hias dari tanah liat (gerabah/keramik).

Saya juga telah mencari contoh gambarnya untuk Anda:



Contoh Produk Kerajinan Tanah Liat dan Ragam Hiasnya:

Jenis ProdukRagam Hias yang DiterapkanDeskripsi Singkat Ragam Hias
Kendi/Guci HiasMotif Flora (bunga dan sulur) dengan Teknik Gores dan Teknik Tempel.Motif goresan berupa kelopak bunga yang distilasi diterapkan pada badan kendi, sementara bibir kendi dihias dengan motif pilinan tanah liat (tempel).
Piring KeramikMotif Geometris (garis dan titik) dengan Teknik Tekan (Stamping).Pola lingkaran konsentris dan susunan titik-titik yang seragam dibuat pada bagian pinggir piring menggunakan alat tekan atau stempel, memberikan tekstur berulang.
Vas BungaMotif Fauna (misalnya, burung) dengan Teknik Cungkil/Ukiran Timbul (Relief).Bentuk burung diukir pada permukaan vas, di mana latar belakangnya dikikis sehingga motif burung tampak menonjol (timbul) setelah dibakar.
Ornamen Dinding/RosterMotif Abstrak/Kontemporer dengan Teknik Lempeng.Lempengan tanah liat dibentuk menjadi pola-pola lubang geometris yang rumit, lalu disusun sebagai hiasan dinding atau pembatas ruangan.
Celengan TradisionalMotif Figuratif (Kedok/Wajah Manusia) dengan Teknik Pilin dan Pijit.Bentuk dasar celengan dipijit dan ditambah dengan pilinan tanah liat untuk membentuk detail seperti mata, hidung, atau mulut, memberikan karakter unik.
Tekstil (Batik Tanah Liat)Motif Khas Minangkabau (misalnya, Pucuk Rebung).Meskipun bukan kerajinan 3 dimensi, ini adalah contoh penggunaan tanah liat sebagai bahan pewarna alami yang menghasilkan ragam hias pada kain.

Contoh Soal Pilihan Ganda

Pilih satu jawaban yang paling tepat (A, B, C, D, atau E)!

1. Pertanyaan:

Teknik ragam hias pada kerajinan tanah liat yang dilakukan dengan cara membuat motif garis atau ukiran menggunakan benda runcing saat tanah liat masih lunak disebut teknik...

A. Teknik Tempel

B. Teknik Pilin

C. Teknik Tekan

D. Teknik Gores

E. Teknik Lempeng

2. Pertanyaan:

Kerajinan tanah liat yang dibuat dengan melalui proses pembakaran pada suhu tinggi dan biasanya dilapisi glasir sehingga bersifat kedap air, padat, dan keras disebut...

A. Gerabah

B. Terakota

C. Batu Bata

D. Keramik

E. Tembikar

3. Pertanyaan:

Salah satu motif ragam hias yang banyak ditemukan pada peninggalan purbakala, khususnya tembikar, dan dibentuk dari susunan garis-garis berulang seperti zigzag atau meander, termasuk dalam kategori motif...

A. Flora

B. Figuratif

C. Fauna

D. Kaligrafi

E. Geometris

4. Pertanyaan:

Alat utama yang digunakan untuk membentuk dan menghaluskan permukaan ragam hias ukiran pada gerabah yang masih lunak atau setengah kering adalah...

A. Meja Putar (Spinning Wheel)

B. Butsir (Modeling Tool)

C. Kuas Cat

D. Tungku Pembakaran

E. Loyang Cetakan

5. Pertanyaan:

Motif yang dibuat dengan cara menempelkan gulungan atau bentuk kecil dari tanah liat di atas permukaan benda utama yang lebih besar adalah ciri dari teknik penerapan ragam hias...

A. Teknik Tusuk

B. Teknik Cungkil

C. Teknik Tekan

D. Teknik Tempel

E. Teknik Putar


Kunci Jawa

RAGAM HIAS PADA BERBAGAI MEDIA

1. Ragam Hias pada Logam

a. Pengertian:
Ragam hias pada logam adalah bentuk hiasan yang diterapkan pada benda berbahan logam seperti perunggu, tembaga, perak, emas, atau besi.

b. Teknik pembuatan:

  • Ukir (engraving) → Menggores atau mengukir permukaan logam.

  • Tatah dan pukul (repoussé) → Membentuk motif dengan cara diketuk dari belakang atau depan.

  • Cor (casting) → Menuangkan logam cair ke dalam cetakan bermotif.

  • Las dan patri (soldering) → Menyambung bagian logam membentuk pola tertentu.

c. Contoh karya:

  • Perhiasan (gelang, kalung, cincin)

  • Hiasan dinding logam

  • Peralatan rumah tangga (teko, piring logam, wadah sesaji)

  • Kerajinan kuningan di Jawa Tengah dan Bali


2. Ragam Hias pada Tekstil

a. Pengertian:
Ragam hias tekstil adalah motif atau hiasan yang diterapkan pada bahan kain atau serat, baik dengan cara ditenun, dicetak, dibatik, atau disulam.

b. Teknik pembuatan:

  • Batik (tulis, cap, jumputan)

  • Tenun (songket, ikat)

  • Sulam atau bordir

  • Cetak atau lukis kain

c. Contoh karya:

  • Batik dari Jawa (motif parang, kawung, mega mendung)

  • Songket dari Sumatra dan Kalimantan

  • Tenun ikat dari Nusa Tenggara

  • Kain tapis dari Lampung

d. Fungsi:
Sebagai pakaian adat, perlengkapan upacara, hiasan rumah, dan identitas budaya daerah.


3. Ragam Hias pada Tanah Liat

a. Pengertian:
Ragam hias pada tanah liat adalah motif hias yang diterapkan pada benda keramik, gerabah, atau tembikar yang terbuat dari tanah liat.

b. Teknik pembuatan:

  • Ukir → Menggores atau mengikis permukaan tanah liat.

  • Cetak → Membentuk motif dengan cetakan.

  • Lukis glasir → Menghias permukaan dengan cat glasir sebelum dibakar.

  • Tempel (aplikasi) → Menempelkan bentuk hiasan dari tanah liat lain di permukaan benda.

c. Contoh karya:

  • Gerabah Kasongan (Yogyakarta)

  • Tembikar Lombok

  • Vas bunga, guci, kendi, pot hias


4. Ragam Hias pada Bambu

a. Pengertian:
Ragam hias pada bambu adalah penerapan motif hias pada benda-benda berbahan bambu seperti anyaman, perabot, atau alat musik.

b. Teknik pembuatan:

  • Ukir atau gores

  • Bakar (pola bakar)

  • Anyam (membentuk pola dengan potongan bambu)

  • Cat atau pewarnaan alami

c. Contoh karya:

  • Anyaman bambu (tampah, tudung saji, tikar)

  • Alat musik (angklung, suling)

  • Hiasan rumah dari bambu ukir

  • Keranjang dan perabot


5. Fungsi Ragam Hias Secara Umum

  • Fungsi estetis → Mempercantik benda atau karya seni.

  • Fungsi simbolis → Mengandung makna atau filosofi budaya.

  • Fungsi ekonomis → Menambah nilai jual produk kerajinan.

  • Fungsi identitas → Mencerminkan ciri khas daerah atau etnis.


JANGAN LUPA UNTUK DIKERJAKAN 

Lembar Kerja Siswa (LKS) Seni Budaya untuk SMA Kelas X dengan tema “Ragam Hias pada Logam, Tekstil, Tanah Liat, dan Bambu”.
Materi ini sudah disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka / Kurikulum 2013 Revisi.


🧩 LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Mata Pelajaran : Prakarya ( Aspek Kerajinan ) 

Kelas/Semester : X / Ganjil

Topik : Ragam Hias pada Logam, Tekstil, Tanah Liat, dan Bambu


A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian ragam hias dan prinsip penerapannya.

  2. Menganalisis karakteristik ragam hias pada bahan logam, tekstil, tanah liat, dan bambu.

  3. Menunjukkan sikap apresiatif terhadap karya seni terapan tradisional Indonesia.

  4. Merancang dan membuat karya ragam hias sederhana pada salah satu bahan atau media.


B. Ringkasan Materi

MediaCiri-CiriTeknik Ragam HiasContoh Karya
LogamBerkilau, kuat, tahan lamaUkir, tatah, cor, patri, lasPerhiasan, hiasan dinding logam, alat upacara
TekstilLentur, dapat dilipat, menyerap warnaBatik, tenun, sulam, cetak, lukisBatik, songket, kain tapis, tenun ikat
Tanah LiatPlastis, mudah dibentuk, dibakarUkir, tempel, cetak, glasirGerabah, guci, vas bunga
BambuLentur, kuat, mudah dibentukAnyam, ukir, bakar, catAnyaman, angklung, lampu hias, tudung saji

C. Aktivitas Pembelajaran

1. Kegiatan 1 – Eksplorasi dan Analisis

Amati beberapa gambar karya seni berikut (guru menampilkan di layar/proyektor atau membawa contoh nyata).
Isi tabel di bawah ini dengan hasil pengamatanmu:

NoGambar/BendaMediaMotif atau Bentuk Ragam HiasTeknikMakna/Fungsi
1
2
3

Pertanyaan Panduan:

  1. Apa yang menjadi ciri khas dari setiap jenis ragam hias?

  2. Adakah perbedaan makna simbolis antara motif di bahan logam dan tekstil?

  3. Bagaimana pengaruh lingkungan dan budaya terhadap lahirnya motif tersebut?


2. Kegiatan 2 – Diskusi Kelompok

Bentuk kelompok (3–5 orang) dan diskusikan hal berikut:

  1. Mengapa ragam hias penting dalam karya seni terapan tradisional Indonesia?

  2. Sebutkan contoh daerah di Indonesia yang memiliki ciri khas ragam hias pada:

    • a. Logam

    • b. Tekstil

    • c. Tanah liat

    • d. Bambu

  3. Bagaimana cara melestarikan ragam hias tradisional di era modern?

Tuliskan hasil diskusi di bawah ini:
............................................................................................................................
............................................................................................................................


3. Kegiatan 3 – Proyek Individu

Tugas:
Buatlah desain ragam hias pada salah satu media pilihan berikut:

  • Logam (bisa digambar di kertas)

  • Tekstil (motif batik atau tenun)

  • Tanah liat (bisa dalam bentuk sketsa)

  • Bambu (motif ukiran atau anyaman)

Langkah-langkah:

  1. Tentukan tema dan makna motif (misalnya: flora, fauna, geometris, atau simbolik).

  2. Buat sketsa di kertas ukuran A4.

  3. Warnai dengan media yang sesuai (pensil warna/spidol).

  4. Tuliskan penjelasan singkat tentang makna motif di bawah gambar.


D. Penilaian

Aspek yang DinilaiKriteriaSkor (1–4)
Pemahaman konsepMampu menjelaskan pengertian dan fungsi ragam hias
Kreativitas desainMotif orisinal, unik, dan menarik
Kerapian dan estetikaKomposisi, warna, dan bentuk harmonis
Penjelasan maknaMengandung nilai budaya dan simbolik
Total Skor(Jumlah / 4 = Nilai Akhir)

Keterangan:
Skor 1 = Kurang  Skor 2 = Cukup  Skor 3 = Baik  Skor 4 = Sangat Baik


E. Refleksi

  1. Dari keempat bahan tersebut, media mana yang paling menarik bagimu? Mengapa?

  2. Apa tantangan terbesar dalam membuat rancangan ragam hias?

  3. Nilai budaya apa yang bisa kamu pelajari

knik Tempel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Materi dan Soal latihan ASAT. Genap Kelas XI

PRINSIP PRINSIP KERJA PRESTATIF

RANGKUMAN DAN SOAL LATIHAN KELAS X