SISTEM KONSINYASI KELAS XI TUGAS 3
TUGAS 3 SILAHKAN DIKERJAKAN DI BUKU TULIS
Materi Kelas XI
1. Break Even Point (BEP)
Pengertian BEP
Break Even Point (BEP) adalah titik impas, yaitu keadaan ketika jumlah pendapatan sama dengan jumlah biaya sehingga perusahaan tidak memperoleh laba maupun rugi.
Tujuan Menghitung BEP
-
Mengetahui jumlah minimal produk yang harus dijual
-
Menentukan target penjualan
-
Mengurangi risiko kerugian
-
Membantu perencanaan usaha
Rumus BEP
a. BEP Unit
b. BEP Rupiah
Contoh
Biaya tetap = Rp2.000.000
Harga jual = Rp20.000/unit
Biaya variabel = Rp10.000/unit
Maka:
Artinya, perusahaan harus menjual 200 unit agar impas.
2. Sistem Konsinyasi
Pengertian
Sistem konsinyasi adalah sistem penitipan barang dari pemilik barang (consignor) kepada pihak penjual (consignee) untuk dijual kepada konsumen.
Pihak dalam Konsinyasi
-
Consignor → pemilik barang
-
Consignee → pihak yang dititipi barang
Ciri-ciri Konsinyasi
-
Barang masih milik consignor sebelum terjual
-
Consignee mendapat komisi
-
Barang yang tidak laku dapat dikembalikan
-
Risiko kerusakan tertentu ditanggung sesuai perjanjian
Keuntungan Konsinyasi
Bagi Consignor
-
Produk lebih mudah dipasarkan
-
Tidak perlu membuka toko sendiri
Bagi Consignee
-
Tidak perlu modal besar
-
Mendapat komisi dari penjualan
Contoh
Produsen roti menitipkan roti ke minimarket. Minimarket memperoleh komisi dari setiap roti yang terjual.
3. Media Pemasaran
Pengertian
Media pemasaran adalah sarana yang digunakan untuk mempromosikan produk kepada konsumen.
Jenis Media Pemasaran
a. Media Cetak
-
Brosur
-
Pamflet
-
Spanduk
b. Media Elektronik
-
Televisi
-
Radio
c. Media Digital
-
Instagram
-
Facebook
-
TikTok
-
Marketplace
Fungsi Media Pemasaran
-
Memperkenalkan produk
-
Menarik minat konsumen
-
Meningkatkan penjualan
-
Memperluas pasar
4. Strategi Promosi
Pengertian
Strategi promosi adalah cara yang dilakukan perusahaan untuk menarik perhatian konsumen agar membeli produk.
Jenis Strategi Promosi
-
Periklanan (advertising)
-
Penjualan pribadi (personal selling)
-
Promosi penjualan (sales promotion)
-
Publisitas
-
Pemasaran digital
Contoh Strategi Promosi
-
Diskon
-
Cashback
-
Gratis ongkir
-
Buy 1 Get 1
-
Endorse influencer
Tujuan Promosi
-
Meningkatkan penjualan
-
Mengenalkan produk baru
-
Menarik pelanggan baru
-
Mempertahankan pelanggan lama
Contoh Soal Essay (5 Soal)
Soal 1
Jelaskan pengertian Break Even Point (BEP)!
Jawaban:
Break Even Point adalah titik impas ketika total pendapatan sama dengan total biaya sehingga perusahaan tidak memperoleh laba maupun rugi.
Soal 2
Sebutkan dua pihak yang terlibat dalam sistem konsinyasi!
Jawaban:
-
Consignor (pemilik barang)
-
Consignee (penjual/yang dititipi barang)
Soal 3
Mengapa media sosial banyak digunakan sebagai media pemasaran?
Jawaban:
Karena media sosial dapat menjangkau banyak konsumen dengan biaya murah, cepat, dan mudah digunakan.
MATERI: SISTEM KONSINYASI MAKANAN INTERNASIONAL
1. Pengertian Sistem Konsinyasi
Sistem konsinyasi adalah metode penjualan di mana pemilik barang (konsinyor) menitipkan produknya kepada pihak lain (konsinyi) untuk dijual. Kepemilikan barang tetap berada pada konsinyor sampai barang tersebut terjual.
Dalam konteks makanan internasional, sistem ini sering digunakan untuk menjual produk seperti:
- Snack impor (Jepang, Korea, Eropa)
- Makanan beku (frozen food)
- Produk bakery internasional
- Minuman khas luar negeri
2. Pihak yang Terlibat
- Konsinyor: Pemilik produk (produsen/importir makanan)
- Konsinyi: Penjual/toko/retailer yang menjual produk
3. Ciri-ciri Sistem Konsinyasi
- Barang dititipkan, bukan dibeli langsung
- Risiko barang (rusak/kadaluarsa) biasanya ditanggung pemilik
- Pembayaran dilakukan setelah barang terjual
- Ada perjanjian kerja sama
4. Keuntungan Sistem Konsinyasi
Bagi Consignor:
- Tidak perlu membuka toko sendiri
- Jangkauan pasar lebih luas
- Menghemat biaya operasional
Bagi Consignee:
- Tidak perlu modal membeli stok
- Risiko kerugian kecil
- Variasi produk lebih banyak
5. Kekurangan Sistem Konsinyasi
Bagi Konsinyor:
- Barang bisa rusak atau tidak laku
- Kontrol penjualan terbatas
Bagi Konsinyi:
- Keuntungan per produk relatif kecil
- Harus menjaga produk dengan baik
6. Contoh Penerapan
- Produk ramen instan Jepang dijual di minimarket lokal
- Kue khas Perancis dititipkan di café
- Frozen food Korea dijual di supermarket
7. Alur Sistem Konsinyasi
- Konsinyor menitipkan barang
- Konsinyi menerima dan memajang barang
- Konsinyi menjual ke konsumen
- Konsinyi melaporkan hasil penjualan
- Pembagian keuntungan sesuai kesepakatan
8. Contoh Perhitungan Sederhana
Jika harga jual makanan impor = Rp50.000
Komisi toko = 20%
Maka:
- Keuntungan toko = Rp10.000
- Uang untuk pemilik = Rp40.000
Konsinyasi adalah bentuk kerjasama penjualan yang dilakukan oleh pemilik barang (consignor/penitip) dengan pemilik toko atau penyalur (consignee/komisioner). Dalam sistem ini, pemilik barang menitipkan produknya untuk dijual oleh penyalur, dan pembayaran dilakukan hanya setelah barang terjual, yang umum dikenal sebagai sistem "titip jual".Berikut adalah poin-poin penting mengenai kerjasama konsinyasi:- Pihak yang Terlibat: Terdiri dari consignor (pemilik produk) dan consignee (pihak yang menerima titipan dan menjual).
- Mekanisme: Consignor menitipkan produk kepada consignee untuk dipajang dan dijual, di mana kepemilikan barang tetap berada di tangan consignor sampai barang tersebut terjual.
- Pembagian Keuntungan: Consignee mendapatkan komisi atau margin keuntungan dari barang yang berhasil dijual.
- Risiko: Umumnya barang yang tidak terjual dapat dikembalikan (retur) kepada consignor, tergantung kesepakatan bersama.
- Tujuan: Meningkatkan jangkauan pasar bagi consignor dan memperkaya variasi produk bagi consignee tanpa memproduksi sendiri.
Kerjasama ini biasanya diatur melalui perjanjian tertulis yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak.
- Pihak yang Terlibat: Terdiri dari consignor (pemilik produk) dan consignee (pihak yang menerima titipan dan menjual).
- Mekanisme: Consignor menitipkan produk kepada consignee untuk dipajang dan dijual, di mana kepemilikan barang tetap berada di tangan consignor sampai barang tersebut terjual.
- Pembagian Keuntungan: Consignee mendapatkan komisi atau margin keuntungan dari barang yang berhasil dijual.
- Risiko: Umumnya barang yang tidak terjual dapat dikembalikan (retur) kepada consignor, tergantung kesepakatan bersama.
- Tujuan: Meningkatkan jangkauan pasar bagi consignor dan memperkaya variasi produk bagi consignee tanpa memproduksi sendiri.
Pilih jawaban yang paling tepat!
-
Sistem konsinyasi adalah…
A. Sistem jual beli langsung
B. Sistem titip jual barang
C. Sistem barter
D. Sistem kredit
E. Sistem lelang
-
Pihak yang menitipkan barang disebut…
A. Konsumen
B. Distributor
C. Konsinyor
D. Konsinyi
E. Supplier
-
Dalam sistem konsinyasi, kepemilikan barang berada pada…
A. Konsinyi
B. Pembeli
C. Konsinyor
D. Pemerintah
E. Distributor
-
Salah satu keuntungan bagi konsinyi adalah…
A. Modal besar
B. Risiko tinggi
C. Tidak perlu membeli stok
D. Harus produksi barang
E. Harga mahal
-
Produk yang cocok dijual dengan sistem konsinyasi adalah…
A. Kendaraan
B. Properti
C. Makanan internasional
D. Mesin industri
E. Tanah
-
Pembayaran kepada konsinyor dilakukan saat…
A. Barang dikirim
B. Barang diterima
C. Barang terjual
D. Barang diproduksi
E. Barang rusak
-
Risiko barang rusak biasanya ditanggung oleh…
A. Konsumen
B. Pemerintah
C. Konsinyi
D. Konsinyor
E. Distributor
-
Sistem konsinyasi cocok untuk usaha…
A. Digital
B. Jasa
C. Kuliner
D. Transportasi
E. Pendidikan
-
Contoh makanan internasional adalah…
A. Nasi goreng
B. Sushi
C. Pecel
D. Gudeg
E. Soto
-
Perjanjian konsinyasi bertujuan untuk…
A. Menambah biaya
B. Mengatur kerja sama
C. Mengurangi keuntungan
D. Menjual murah
E. Membatasi usaha
-
Konsinyi mendapatkan keuntungan dari…
A. Produksi
B. Komisi penjualan
C. Pajak
D. Sewa
E. Hutang
-
Sistem ini membantu memperluas…
A. Hutang
B. Pasar
C. Risiko
D. Beban
E. Masalah
-
Contoh konsinyi adalah…
A. Pabrik
B. Petani
C. Toko retail
D. Nelayan
E. Produsen
-
Salah satu kekurangan consignor adalah…
A. Modal kecil
B. Produk banyak
C. Risiko barang tidak laku
D. Untung besar
E. Mudah dijual
-
Produk makanan impor biasanya dijual di…
A. Bengkel
B. Minimarket
C. Sawah
D. Pabrik
E. Tambang
B. Soal Essay (5 Soal)
- Jelaskan pengertian sistem konsinyasi!
- Sebutkan perbedaan konsinyor dan konsinyi!
- Apa keuntungan sistem konsinyasi bagi penjual makanan internasional?
- Berikan contoh penerapan sistem konsinyasi dalam kehidupan sehari-hari!
- Jelaskan alur proses sistem konsinyasi dari awal sampai akhir!
Komentar
Posting Komentar