Perbedaan Makanan Kontinental dan Oriental kelas XI ( GENAP )
Perbedaan Makanan Kontinental dan Oriental
Makanan oriental, yang berasal dari Asia, menggunakan rempah dan teknik seperti menumis dan menggoreng, sedangkan makanan kontinental berasal dari Eropa dan lebih banyak menggunakan bahan konsentrat dan teknik memanggang.
Apa yang dimaksud dengan makanan kontinental?
Makanan kontinental adalah jenis masakan yang berasal dari negara-negara benua Eropa (seperti Prancis, Italia, Jerman) dan beberapa negara Barat lainnya, yang dicirikan oleh penyajiannya yang terstruktur (pembuka, utama, penutup), penggunaan bumbu lebih sederhana (garam, merica), dan fokus pada bahan seperti daging serta sereal. Teknik memasaknya bervariasi, sering kali menggunakan bahan dasar segar berkualitas tinggi dan disajikan dengan tahapan serta peralatan makan yang berbeda sesuai urutan hidangan.
- Asal: Eropa (Barat, Selatan, Timur) dan Amerika/Australia.
- Struktur Menu: Disajikan secara bertahap (full course meal) dalam beberapa giliran, yaitu appetizer (pembuka), soup (sup), main course (hidangan utama), dan dessert (penutup).
- Bumbu: Bumbu lebih sederhana seperti garam, merica, dan herbal, tidak terlalu banyak rempah tajam seperti masakan oriental.
- Bahan Utama: Daging, sereal, dan sayuran segar.
- Teknik Masak: Presisi dan bervariasi, teknik dasar banyak berasal dari Prancis.
- Penyajian: Estetis, menggunakan alat makan berbeda untuk setiap jenis hidangan, piring tidak terlalu penuh.
- Prancis: Croissant, Baguette, Cheese Platter.
- Italia: Pasta (Spaghetti Marinara).
- Spanyol: Tapas, Paella.
- Kontinental: Fokus pada daging/sereal, bumbu sederhana, menu bertahap.
- Oriental: Fokus pada nasi, sayuran, seafood, lebih banyak rempah, bumbu lebih kompleks.
Apa yang dimaksud dengan makanan Oriental ?
Makanan oriental adalah sebutan untuk masakan yang berasal dari negara-negara Asia Timur dan Tenggara (seperti China, Jepang, Korea, Thailand, Vietnam, Indonesia) yang ditandai dengan penggunaan rempah dan bumbu yang kaya (kecap asin, jahe, bawang putih, saus tiram), teknik memasak cepat (tumis, kukus, goreng), dan seringkali menggunakan bahan pokok seperti nasi atau mi, menciptakan rasa seimbang antara manis, asin, asam, pedas, dan umami. Ciri khas lainnya adalah penyajian yang sering berbagi (sharing) dan kaya akan pilihan nabati serta beragam tekstur
Beragam gaya masakan ditampilkan, termasuk hidangan yang terinspirasi dari masakan Cina, Thailand, dan India yang dibuat dengan bahan-bahan seperti jagung muda, kastanye air, paneer, kentang, mi, nasi, dan berbagai protein .
Ciri khas makanan oriental adalah penggunaan nasi/mi & protein hewani/nabati, keseimbangan 5 rasa (manis, asam, asin, pahit, umami), bumbu khas (bawang putih, kecap, saus tiram, minyak wijen), teknik memasak beragam (tumis, kukus), serta penyajian bersamaan dengan alat makan seperti sumpit/sendok garpu untuk menciptakan harmoni rasa dan nutrisi.
- Bahan Pokok: Nasi (putih, goreng), mie (beras, telur), bihun, jagung.
- Protein: Ayam, ikan, udang, tahu, tempe, daging (babi, sapi).
- Sayuran: Beragam sayuran segar, jamur, rebung, jagung muda.
- Bumbu Khas: Bawang putih, jahe, kecap (asin, manis, ikan), saus tiram, saus tomat, minyak wijen, ang chiu (arak masak).
- Tumis (Stir-fry): Paling umum, cepat, menggunakan sedikit minyak.
- Kukus (Steaming): Mempertahankan nutrisi, sering untuk dimsum, ikan.
- Rebus (Boiling) & Goreng (Frying): Juga sering digunakan.
- Pengental: Sering menggunakan larutan tepung maizena/kanji untuk kuah kental (misal masakan China).
- Harmoni Rasa: Kombinasi manis, asam, asin, pahit, dan umami dalam satu hidangan.
- Gurih & Segar: Menekankan rasa alami bahan dan bumbu segar.
- Variasi Tekstur: Kombinasi renyah, lembut, kenyal.
- Makanan pokok, lauk, sayuran disajikan bersamaan, bukan berurutan (seperti kontinental).
- Sering menggunakan sumpit dan sendok, piring saji besar atau mangkuk-mangkuk kecil.
- Seringkali dihidangkan dengan hidangan kecil (dimsum) atau hidangan utama (Peking Duck, Sushi, Bibimbap).
Komentar
Posting Komentar